Tanggapan
saya mengenai 3 teks Opini Bahasa Indonesia
Ayu
Jumimbar (E3119025)
Teks 1 “genangan”
Didalam teks yang berjudul “genangan” tersebut sebenarnya sudah dijelaskan apa arti genangan
dan arti banjir yang sesungguhnya.
Mungkin terkadang masih ada bebera masyarakat yang belum mengerti akan
perbedaan dari kata banji dan genangan
itu sendiri, sehingga yang masyarakat tau genangan dan banjir itu adalah sama, sama-sama
air yang meluap.
Teks 2 “Maksud dan Niat”
Didalam teks yang berjudul “Maksud & Niat” ini kedua kata memiliki makna yang sama, kedua
kata ini dapat saling menggantikan pada kalimat yang sama. Contohnya seperti : saya tidak ada niat/maksud untuk melakukan
itu. Namun tidak setiap kalimat bisa saling menggantikan antara dua kata
tersebut, ada juga pemakaian kata niat yang tidak tergantikan
dengan maksud, begitupun sebaliknya. Contohnya : jelaskan maksud yang terkandung di dalam ayat tersebut. Ada konteks
tertentu yang memungkinkan kedua kata itu saling menggantikan, tetapi ada juga
konteks lain yang merupakan kekhasan masing-masing. Jadi tidak setiap saat dua
kata tersebut saling mengagntikan, tergantung dengan tujuan / konteks kalimat.
Teks 3 “Kata-Kata yang Memuai”
Didalam teks yang ketiga
ini yang brjudul “Kata-Kata yang Memuai”.
Dalam teks ini memiliki pemahaman makna yang berbeda, sehingga ketika orang
mengucapkan sebuah kalimat tertentu orang lain akan salah mengartikan berbeda
dengan pemahamannya. Seperti contohnya : Seorang teman dari Korea Selatan
masygul ketika mendengar seorang Indonesia berseru, “Wah, mau hujan,” pada
sebuah sore yang mendung. “Wow, bagaimana caranya?” ia pun bertanya. Ia
menyangka, teman orang Indonesia itu sedang menginginkan hujan atau berminat
pada hujan seperti minatnya mengunyah es krim. Dialog keduanya kemudian tidak
bersangkut paut hingga satu orang Indonesia lain melerai dan menjelaskan maksud
seruan itu. “Mau hujan” tidak berarti “I want to rain” seperti dalam bahasa
Indonesia kendati kata “mau” dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan “want”
dalam kamus Indonesia-Inggris. “Mau hujan” dalam kalimat itu memiliki arti
“akan hujan”, yang padanannya persis sama dengan bentukan dalam bahasa Inggris
“It will rain”. Kejadian ini wajar ketika orang asing berbincang dengan orang
Indonesia. Karena orang asing mengetahui Bahasa Indonesia hanya dalam bentuk
baku, padahal pada nyatanya Bahasa Indonesia itu beragam, hal ini yang
terkadang membuat orang asin